PengetahuanSemua pertanyaan refleksi
40 pertanyaan untuk refleksi diri Islami

Karakter dan Perilaku Sosial

Kebohongan, gosip, rasa hormat, keadilan

Pertanyaan 12

Aku berkata sejujurnya, meskipun itu membuatku tidak nyaman.

Sumber: Qurʾān 22:30

ذٰلِكَࣗ وَمَنْ یُعَظِّمْ حُرُمَاتِ اللّٰهِ فَهُوَ خَیْرٌ لَهُ عِنْدَ رَبِّهٖؕ وَاُحِلَّتْ لَكُمُ الْاَنْعَامُ اِلَّا مَا یُتْلٰى عَلَیْكُمْ فَاجْتَنِبُوا الرِّجْسَ مِنَ الْاَوْثَانِ وَاجْتَنِبُوا قَوْلَ الزُّورِۙ ﴿22:30﴾

Penjelasan

Al-Qur'an mendesak kita untuk menghindari pernyataan palsu. Terutama ketika kebenaran dapat menimbulkan kerugian pribadi, kejujuran menjadi ujian karakter yang nyata.

Pertanyaan 13

Saya menghindari berbicara buruk tentang orang lain ketika mereka tidak ada.

Sumber: Qurʾān 49:12

یَٓا اَیُّهَا الَّذٖینَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثٖیرًا مِنَ الظَّنِّؗ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا یَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًاؕ اَیُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ یَاْكُلَ لَحْمَ اَخٖیهِ مَیْتًا فَكَرِهْتُمُوهُؕ وَاتَّقُوا اللّٰهَؕ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَحٖیمٌ ﴿49:12﴾

Penjelasan

Al-Qur'an menggunakan gambaran yang sangat kuat untuk memperingatkan terhadap gibah. Pertanyaan tersebut menguji tingkah laku kita apalagi ketika yang bersangkutan tidak bisa membela diri.

Pertanyaan 14

Saya menghindari menimbulkan argumen atau ketidakpercayaan dengan menyampaikan pernyataan.

Sumber: Qurʾān 68:10–11

وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَهٖینٍۙ ﴿68:10﴾ هَمَّازٍ مَشَّٓاءٍ بِنَمٖیمٍۙ ﴿68:11﴾

Penjelasan

Ayat tersebut secara khusus menyebutkan menyebarkan fitnah sebagai perilaku tercela. Bagi Muḥāsabah, ini berarti memeriksa apakah suatu pernyataan memiliki tujuan yang baik atau justru merusak hubungan sebelum meneruskannya.

Pertanyaan 15

Saya berhati-hati untuk tidak melukai atau meremehkan orang lain dengan kata-kata saya.

Sumber: Qurʾān 17:53

وَقُلْ لِعِبَادٖی یَقُولُوا الَّتٖی هِیَ اَحْسَنُؕ اِنَّ الشَّیْطَانَ یَنْزَغُ بَیْنَهُمْؕ اِنَّ الشَّیْطَانَ كَانَ لِلْاِنْسَانِ عَدُوًّا مُبٖینًا ﴿17:53﴾

Penjelasan

Ayat ini menarik perhatian tidak hanya pada apa yang dikatakan, namun pada cara terbaik untuk mengatakannya. Oleh karena itu, pertanyaannya juga memeriksa nada dan ekspresi, bukan hanya konten faktual.

Pertanyaan 16

Saya menghindari mengolok-olok atau mempermalukan orang lain.

Sumber: Qurʾān 49:11

یَٓا اَیُّهَا الَّذٖینَ اٰمَنُوا لَا یَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ یَكُونُوا خَیْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَٓاءٌ مِنْ نِسَٓاءٍ عَسٰٓى اَنْ یَكُنَّ خَیْرًا مِنْهُنَّۚ وَلَا تَلْمِزُٓوا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْاَلْقَابِؕ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْاٖیمَانِۚ وَمَنْ لَمْ یَتُبْ فَاُو𐻾لٰٓئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ ﴿49:11﴾

Penjelasan

Ayat tersebut secara khusus melarang ejekan. Bahkan lelucon yang tampaknya tidak berbahaya pun patut dicermati jika orang tertentu diremehkan dan merugikannya.

Pertanyaan 17

Saya memperlakukan orang tua saya dengan hormat, sabar dan baik hati.

Sumber: Qurʾān 17:23

وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُٓوا اِلَّٓا اِیَّاهُ وَبِالْوَالِدَیْنِ اِحْسَانًاؕ اِمَّا یَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَٓا اَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَٓا اُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرٖیمًا ﴿17:23﴾

Penjelasan

Kebaikan terhadap orang tua sering kali ditunjukkan dalam situasi kecil sehari-hari: dalam nada suara, kesabaran, perhatian, dan kesediaan untuk membantu.

Pertanyaan 18

Saya bertindak jujur ​​dan adil dalam transaksi dan perjanjian serta menghormati hak orang lain.

Sumber: Qurʾān 4:29 + Qurʾān 5:1

یَٓا اَیُّهَا الَّذٖینَ اٰمَنُوا لَا تَاْكُلُٓوا اَمْوَالَكُمْ بَیْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ اِلَّٓا اَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلَا تَقْتُلُٓوا اَنْفُسَكُمْؕ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُمْ رَحٖیمًا ﴿4:29﴾ یَٓا اَیُّهَا الَّذٖینَ اٰمَنُٓوا اَوْفُوا بِالْعُقُودِؕ اُحِلَّتْ لَكُمْ بَهٖیمَةُ الْاَنْعَامِ اِلَّا مَا یُتْلٰى عَلَیْكُمْ غَیْرَ مُحِلِّی الصَّیْدِ وَاَنْتُمْ حُرُمٌؕ اِنَّ اللّٰهَ یَحْكُمُ مَا یُرٖیدُ ﴿5:1﴾

Penjelasan

Kedua ayat tersebut mencakup dua sisi pertanyaan: keadilan dalam urusan properti dan perdagangan serta sifat mengikat dari perjanjian. Kejujuran di sini berarti tidak mencari keuntungan dengan mengorbankan hak orang lain.

Pertanyaan 19

Saya memperlakukan orang dengan adil, meskipun saya merasa tidak suka atau berkonflik dengan mereka.

Sumber: Qurʾān 5:8

یَٓا اَیُّهَا الَّذٖینَ اٰمَنُوا كُونُوا قَوَّامٖینَ لِلّٰهِ شُهَدَٓاءَ بِالْقِسْطِؗ وَلَا یَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُواؕ اِعْدِلُواࣞ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىؗ وَاتَّقُوا اللّٰهَؕ اِنَّ اللّٰهَ خَبٖیرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ ﴿5:8﴾

Penjelasan

Ketidaksukaan pribadi tidak seharusnya secara otomatis mengubah penilaian terhadap seseorang atau sesuatu. Konflik khususnya menjadikan keadilan sebagai isu Muḥāsabah yang nyata.

Pertanyaan 20

Saya memperlakukan kepercayaan orang lain dan apa yang dipercayakan kepada saya secara bertanggung jawab.

Sumber: Qurʾān 4:58

اِنَّ اللّٰهَ یَاْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا الْاَمَانَاتِ اِلٰٓى اَهْلِهَاۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَیْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِؕ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا یَعِظُـكُمْ بِهٖؕ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمٖیعًا بَصٖیرًا ﴿4:58﴾

Penjelasan

Apa yang dipercayakan pasti disertai dengan tanggung jawab. Pertanyaannya mungkin mengenai barang, uang, informasi, atau tanggung jawab lain yang diserahkan seseorang kepada kita.

Pertanyaan 21

Saya berusaha untuk berkontribusi pada perdamaian dan pemahaman dalam konflik.

Sumber: Qurʾān 4:114

لَا خَیْرَ فٖی كَثٖیرٍ مِنْ نَجْوٰیهُمْ اِلَّا مَنْ اَمَرَ بِصَدَقَةٍ اَوْ مَعْرُوفٍ اَوْ اِصْلَاحٍ بَیْنَ النَّاسِؕ وَمَنْ یَفْعَلْ ذٰلِكَ ابْتِغَٓاءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ فَسَوْفَ نُؤْتٖیهِ اَجْرًا عَظٖیمًا ﴿4:114﴾

Penjelasan

Ayat tersebut secara khusus menyebutkan rujuk antar manusia sebagai suatu hal yang baik. Oleh karena itu, pertanyaan refleksi menguji apakah kontribusi kita benar-benar menenangkan dan memperjelas konflik atau justru menciptakan medan tambahan.

Pertanyaan 22

Saya memperlakukan orang lain dengan rendah hati dan hormat, apa pun posisi saya.

Sumber: Qurʾān 31:18

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِی الْاَرْضِ مَرَحًاؕ اِنَّ اللّٰهَ لَا یُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍۚ ﴿31:18﴾

Penjelasan

Kesombongan tidak hanya muncul dalam bualan terbuka. Nada suara, penampilan dan perilaku terhadap orang-orang yang kurang berpengaruh juga dapat menjadi bagian dari Muḥāsabah ini.

Pertanyaan 23

Saya menghindari membuat asumsi negatif yang tidak berdasar terhadap orang lain.

Sumber: Qurʾān 49:12

یَٓا اَیُّهَا الَّذٖینَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثٖیرًا مِنَ الظَّنِّؗ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا یَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًاؕ اَیُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ یَاْكُلَ لَحْمَ اَخٖیهِ مَیْتًا فَكَرِهْتُمُوهُؕ وَاتَّقُوا اللّٰهَؕ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَحٖیمٌ ﴿49:12﴾

Penjelasan

Tidak semua asumsi secara otomatis benar. Pertanyaannya menguji apakah asumsi negatif terhadap orang lain didasarkan pada alasan faktual atau muncul terutama dari penafsiran diri sendiri.

Dasar kami ↗

Rujukan Al-Qur’an menyebut surah dan ayat. Kutipan Jerman, Inggris dan Turki memakai edisi terdokumentasi; petikan yang ditandai dapat memiliki penghilangan. Sebelas bahasa tambahan menampilkan ayat Arab asli dengan penjelasan setempat. Pertanyaan dan tips editorial bukan kutipan harfiah.

Terjemahan dan redaksi dibantu mesin dan ditinjau. Persetujuan independen menyeluruh oleh penutur asli untuk setiap versi belum selesai. Laporan kesalahan dan sumber sangat dihargai.